Jumat, 07 Agustus 2015

Aku pilih untuk mundur,.
Karena tak ingin berharap..
Tak ingin kecewa..
Kamu tahu setiap tatapan mu?? aku selalu berdoa, menyebut nama mu kepada-Nya..
Kamu tahu setiap tawa mu?? aku simpan sebagai pengingat, bahwa kita pernah berbahagia bersama meskipun tak pernah terucap dari bibir kita..
Terlalu singkat aku lupakan ketika selalu ada perjumpaan ketika ridu itu menghampri kita..


Jakarta, 6 Agustus 2015



.Kita.

Jumat, 06 Februari 2015

Terdiam

Terdiam..
Saat semua membicarakan ku..
Terdiam..
Saat hujan membasahi seluruh wajah ku..
Terdiam..
Saat jiwa dan raga ku tak mampu untuk bertahan..
Terdiam..
Saat aku hanya mampu berdoa untuk meminta pertolongan-Mu..

31 hari berlalu..

Aku jauh dari kata sempurna..
Aku jauh dari kata baik..
Aku tak perlu menjelaskan siapa aku untuk terlihat baik..
Aku adanya..
Tapi aku mau terus belajar menjadi lebih baik dari aku yang terdahulu..

Dear Allah..
The end month, alhamdulillah..
Terima kasih ya Allah aku mampu melewati ujian Mu. Mind and heart the power by Allah. Will life blassed by Allah. I wish batter than tomorrow.

#thankyouAllah #thanksjanuary #alhamdulillah #IHB #IHBstories #indonesianhijabblogger #indonesianblogger  #hijabblogger #blogpost #itismylife #31jan2015 #23.00wib 

Rabu, 03 Desember 2014

Dreamland, 1 Desember 2014

Bersama ombak aku ceritakan semua kisah ku..
Termegun di pasir putih berbisik tentang isi hatiku
Bersama angin pantai aku akan lalui dihari itu..
Gerimis yang berjatuhan menambah suasana semakin bergejolak..
Bersamaan sekitika menetes dipipiku...
Entah berapa kali aku terjatuh dan dihempaskan..
Aku tetap tersenyum meski semuanya menjauh..
Bukan berlari aku untuk menghindar..
Aku hanya ingin memastikan..
Cukup kah aku mengerti dan memahami dengan semuanya..
Aku percaya semua yang telah ku lalui akan menjadi indah..
Rasa salah yang terus menghantui..
Sepertinya tak cukup untuk kata maaf..
Hanya waktu yang akan membutikannya..
Meski mereka memandang berbeda..
Terima Kasih pernah ada dalam perjalan hidup ku..




Bali.. Dreamland 1 Desember 2014
.nengnieq.

Sabtu, 15 November 2014

~Ibu adalah guru terbaik~

Terlahir menjadi seorang wanita adalah anugerah yang paling terindah. Bukan hanya bicara parasnya yang cantik ataupun feminim. Wanita adalah makhluk yang lembut dan perasa. Karena itu wanita selalu bisa memberikan kehangatan dalam keluarganya. Kekuatan yang dimiliki oleh seorang wanita adalah power yang paling super. Wanita bisa menyembunyikan ketika merasakan kecewa ataupun tersakiti. Bukan berarti wanita lemah tetapi dibalik itu semua ada sebuah kesabaran dan keikhlasannya.
Mulai saja..
Wanita yang aku sangat cintai adalah 'Ibuku' tak ada yang mengganti apapaun cintaku terhadap ibuku. Walau sifatnya hanya sementara ku miliki dan terkadang aku tak bisa menunjukkan rasa yang aku miliki kepada ibu, kalau “aku sangat mencintainya”. Bila diberi kesempatan untuk membahagiakan hingga ibu menghebuskan nafasnya itulah kebahagiaan yang tak ternilai dengan apapun (semoga ya Allah). Aku seseorang anak memang tak pernah bisa dan tak akan bisa mengganti apapun dengan pengorbanan mu kepadaku. Kau membesarkan ku dan kakak-kakakku seorang diri walau tak lama kau jalani menjadi singgle parents. Tetap saja kau wanita yang tak pernah lelah untuk berkorban demi anakmu, setelah Ayah meninggalkan kita semua. Mungkin itu memang takdir yang tak pernah kita ketahui. Kadang aku berfikir andai saja aku diposisi mu, mungkin belum tentu aku bisa jalani hidup ni. Tak pernah menyesal aku dengan keadaan yang merubah nasibmu, walau keputusan ibu untuk menikah lagi tanpa persetujuan anak-anakmu. Terlalu belia mungkin aku dengan keadaan dulu seperti apa. Aku hanya bisa mendegar cerita, walau aku ikut peran dalam kenyataan sebenarnya. Aku sangat mengerti menagapa dulu kau ambil keputusan itu, hanya untuk kebaikan anak-anakmu.


Ketika keadaanya sudah berubah dan sebuah tanggung jawab yang besar dalam hidup kau untuk menghantarkan anak-anakmu hingga mempunyai pendamping dan kehidupan baru. Dan disini aku tersadarkan akan satu hal. Kebahagiaanmu terpancar dari matamu walau kenyataanya dihari kebahagiaan itu menjadi haru, haru karena akhirnya tugas mu merawat dan mendidik anakmu telah selesai tapi ada kesedihan dalam hatimu.
Dari sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam selalu saja disibukkan dengan aktifitas setiap harinya. Tak ada pilahan menjadi wanita karir ataupun menjadi ibu rumah tangga. Ia lakukan keduanya secara seimbang. Menurutnya menjadi seorang ibu rumah tangga itu adalah sebuah tugas yang dicintainya bukan hanya sekedar mengurus  rumah, anak dan suami. Tugas menjadi ibu rumah tangga itu mulia dan jasa yang tak pernah bisa terbayarkan atau tak mengenal waktu tetapi ia lakukan dengan ketulusan dan keikhlasan. Ketika merasa letih ia berusaha untuk tetap tersenyum. Senyuman selalu bisa menguatkan anak-anaknya. Ia terlalu amat tangguh, bagaimana tidak untuk membesarkan ke enam anaknya dengan kedua tangannya sendiri. Tanpa jasa seorang pembantu rumah tangga.
 Dari pukul 03.00 WIB sekiranya ayam pun belum berkok-kok ia sudah membuka matanya. Sebelum ibu melakukan aktifitas bisanya ibu menghadap ke sang Khalik sampai adzan subuh tiba dan selalu ditutup dengan ayat  suci AL-Quran dan bergegas ke dapur untuk menyajikan masakan untuk sarapan pagi. Ia menyiapkan sarapan untuk keluarga tercintanya yang padahal ia juga harus menyiapkan diri untuk mengajar. Kegiatan setiap pagi memang selalu sibuk dengan yang namanya berangkat sekolah, kuliah ataupun kerja tetapi ibu selalu menyempatkan membuat sarapan pagi agar anak-anak dan suaminya sarapan dirumah dan bisannya ibu menyiapkan bekal nasi untuk makan siang untuk anak-anknya. Ibu sangat memperhatikan sekali asupan anka-anaknya untuk tidak jajan sembarangan diluar karena makanan dirumah sudah terjamin kebersihannya dan rasanya juga pasti dijamin enak J (masakan ibu memang paling juara!).
Setelah ibu selesai menyiapkan semuanya, ibu merapihkan diri untuk berangkat mengajar. Ibu adalah seorang guru di sekolah menengah pertama, ibu sebagai pengejar guru IPS. Sudah sekitar 30 tahun ibu mengabdi sebagai seorang pengajar. Dari statusnya honor sampai menjadi Pegawai Negeri Sipil ibu lalui.
 Pukul 06.30 WIB sudah berangkat dari rumah menuju ke sekolah. Ibu mencintai profesinya sebagai pengajar cita-citanya memang menjadi seorang pengejar. Ketika harus mengurus rumah ia juga harus mengurus anak-anak muridnya disekolah. Ibu terkenal sebagai sosok guru yang judes mungkin dari tampang mukanya yang terlihat jutek tetapi diluar itu semua ibu banyak digemari karena ibu yang selalu bisa mendidik dengan cara tegas tanpa harus memarahi anak-anak muridnya. Cara mengajarnya dan penyampaian materi-materi yang diberikan oleh ibu cukup menarik tidak membosankan, “pengakuan dari murid-muridnya yang diajar oleh ibu”. Bahkan ketika anak muridnya mendapatkan nilai terjelek pun ibu mau membantunya untuk memberikan motivasi atau memberikan solusi untuk memperbaiki nilai muridnya.
Pukul 13.00 WIB ibu sudah dirumah, bisanya ibu setelah pulang mengejar yang dilakukan ialah tidur siang. Merebakan dan isirahat sejenak agar terlihat fres kembali. Setelah itu mengerjakan tugas rumah kembali pada tugas sebagai ibu rumah tangga. Terkadang sampai malam pun ibu masih mengerjakan tugasnya. Sungguh tanpa letih ibu lakukan itu semua setiap harinya. Terkadang aku berfikir ketika aku harus menjadi posisi ibu itu tak mudah. Karena membagi waktu antara mengurus rumah tangga dan karir itu tak semudah apa yang dibayangkan. Tetapi ibu bisa melakukannya dengan baik. Tanpa harus mengeluh dan merasa beban menjalaninya. Karena untuk membagi itu semua diperlukan pengorbanan yang luar biasa.  
Perjuangan ibu untuk membesarkan enam orang anak sungguh sangat luar biasa. Ibu bisa mensekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinnggi. Bayangkan ketika ketiga anaknya sudah lulus dari perguruan tinggi sampai akhirnya mendapatkan gelar sarjana. Ibu hanya ingin anak-anaknya berhasil dan harus lebik baik darinya. Ketika ketiga anaknya mendapatkan gelar sarjana, sungguh kebahagian yang tak terbayar. Bagaimana tidak, ibu yang hanya seorang PNS (guru) bisa mensekolahkan anaknya di perguruan tinggi swasta yang ternama di Jakarta. Biaya yang tak sedikit ibu keluarkan tapi ibu lakukan itu semua untuk anak-anaknya. Ibu orangnya sangat kerja keras, tak pantang menyerah, sabar dan tak pernah mengeluh.
Ibu berjuang demi anak-anak nya untuk masa depan yang lebih baik. Mempunyai enam orang anak dengan karakter yang berbeda bukanlah tugas yang mudah. Kadang untuk memahami dan mengerti karakter masing-masing anak itu tak mudah. Dari pernikahan terdahalu ibu mempunyai tiga orang anak dan dari suami yang sekarang ibu mempunyai tiga orang anak. Ibu tak pernah membeda-bedakan kami. Ibu selalu bersikap adil dan apapun itu selalu dibagi rata. Kenyataannya ketika aku dan kakak-kakak ku sudah  lulus dari perguruan tinggi swasta dan adik ku di tempat kan yang sama di perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta. Karena dari anaknya tidak ada yang lolos di perguruan tinggi Negeri, jadi ibu memutukan ditempatkan yang sama.
Ibu dengan usianya yang sudah tak muda lagi ia pun masih ingin belajar dibangku perkuliahan. Keinginannya untuk menuruskan pendidikannya kejenjang yang lebih baik pun ia niati. Ibu hanya lulusan diploma dari perguruan tinggi Negeri Jakarta. Niat ibu untuk menuruskan pendidikannya sempat goyah karena waktu yang ia punya akan dibagi banyak lagi. Namun karena dukungan dari seorang suami yang selalu mendukung dan ke enam orang anaknya yang memberikan semangat akhirnya ibu menuruskan pendidikannya disalah satu perguruan tinggi di Bandung. Ibu ambil kuliah dihari libur mengajar agar tidak terganggu anatara mengajar dan kuliahnya. Makanya ibu ambil di hari sabtu dan minggu. Waktu untuk di keluarga memang jadi berkurang, tetapi ibu tetap memberikan perhatiannya kepada anak-anaknya. Bagaimana caranya ibu tak pernah meninngalkan tugas sebagai seorang istri ataupun sebagai ibu untuk anak-anaknya.
Latar belakang ibu ialah dari keluarga yang berpendidikan dan tak jauh dengan dunia pendidikan. Maka separuh hidupnya adalah untuk dunia pendidikan. Itu juga yang menjadi alasan untuk meneruskan pendidikannya. Ibu tak hanya ingin berhenti di situ saja, bukan gelar yang ibu cari tetapi ilmunya,  Ibu berkata, “ ilmu itu akan terpakai kapan saja bahkan sekalipun ibu sudah taka ada didunia, ilmu yang ibu dapatkan selalu ingin membaginya kepada siapa saja, jadi pintar itu tidak untuk diri sendiri nak, tetapi untuk memintarkan yang lainnya agar bermanfaat untuk masa depan yang lebih baik seperti kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tak akan lekang oleh waktu dan akan sepanjang masa begitu juga sama halnya dengan ilmu”.
Akhirnya ibu mendapatkan gelar sarjana pendidikan. Yang dirasakan oleh ibu itu aku rasakan. Bagaimana tiga tahun ibu harus berjuang untuk menuntut ilmu dengan seusianya. Bapak, kakak-kakak, adik-adik dan aku merasa senang dan bangga dengan ibu. Ibu bagai pelita hidup kami. Buat aku ia bukan sosok seorang guru di sekolahnya tetapi guru terbaik kami di rumah. Yang selalu bisa mengajarkan dan memberikan contoh yang baik.
“Ibu hanya ingin anak-anak ibu berhasil, bukan untuk ibu tetapi untuk kamu, berhasil bukan harus menjadi orang besar, tetapi berhasil untuk kamu bisa jadi diri kamu sendiri, jujur dalam segala hal dan bertanggung jawab. Karena semua yang kamu lakukan hari ini adalah cerminan kamu di esok hari. Semua itu memang sudah ada yang mengatur rezeki, maut, dan jodoh, tetapi selama kita masih diberi akal sehat dan kita sempurna diciptakan manfaatkan lah sebaik mungkin dan jangan lupa selalu berdoa dan berusaha sebab akan dipertanggung jawabkan di akhirat nanti nak”. Itu kata-kata yang selalu ibu ucapkan kepada anak-anaknya.
Mungkin merasakan sebagai orang tua aku belum pernah merasakannya. Tetapi ketika bila menjadi ibu ku mungkin aku belum tentu bisa seperti beliau. Yang harus mengurus segalanya sendiri. Keluarga buatnya adalah diatas segalanya bahkan ia bisa merasakan apa yang dirasakan anak-anaknya. Ketika harus menghadapi anak-anaknya yang terkadang tidak bisa diatur dan mengahadapi murid-muridnya disekolah yang mungkin lebih susah dari anaknya sendiri. Terkadang harus bisa menjadi teman agar bisa mendegarkan curahan isi hati anak-anaknya.
Memutuskan antara karir atau ibu rumah tangga buat aku sama beratnya. Jangan menganggap pekerjaan ibu rumah tangga itu gampang karena untuk tugas menjadi ibu rumah tangga itu tak mengenal waktu. Harus memikirkan hari ini masak apa, dan besok apa? Belum lagi ketika harus meanghadapi anak-ankanya sakit pasti pusat perhatiannya akan lebih, melayani suami dan harus merapihkan pekerjaan rumah. Mungkin kebanyakan wanita karir dibantu dengan jasa pekerja rumah tangga. Tetapi aku salut ibu tidak memakai jasa pekerja rumah tangga ia mengatakan “bukan ibu tak mampu memabayarnya tetapi ibu masih sanggup mengerjakan meskipun ibu juga bekerja, agar anak-anak ibu tidak malas yang harus mengadalkan pekerja rumah tangga, biar kamu juga merasakan bagaimana jadi ibu yang baik kelak ketika anak-anak ibu berumah tangga. Karena tak mudah menjadi orang tua. Yang terkadang mungkin saja ibu sudah memberikan yang terbaik buat anaknnya tetapi menurut ibu belum tentu. Ibu mengatakan “ibu belum bisa kasih yang terbaik”. Itulah bagaimana beratnya menjadi orangtua bukan sekedar untuk tanggung jawab meskipun ia sudah memperjuangkan dan bahkan mengorbakan dirinya hanya untuk “terbaik”. Mengandung dari 0-9 bulan dan saat melahirkan hidup dan mati ia pertaruhkan. Merawat dan menjaga dengan penuh kasih sayang. Bahkan seorang ibu baru mengandung saja ia sudah memikirkan bagaimana masa depannya. Terkadang sebagai anak aku malu, malu ketika marah terhadap ibu tetapi ibu selalu bisa memaafkannya, malu ketika harus berfikir terkadang ibu tak adil, malu ketika ibu berjuang demi anak-anaknya sedangkan kami memanfaatkan fasilitas yang diberikannya. Padahal semua yang diberikan kepada kami kau tak pernah mengharapkan balas dan rasa kasih sayang yang begitu tulus yang kau berikan kepada kami bagaikan udara yang tak pernah habis.

“Setiap senyuman mu bagai embun yang selalu menyejukkan hati
Setiap pelukakan mu bagai matahari yang selalu memberikan kehangatan
Setiap pengorbanan mu seperti hujan yang tak terhitung
Setiap kasih sayang dan cinta mu yang tak pernah lekang oleh waktu
Setiap disujud mu  ada sebuah doa dan harapan
Kau peri dalam hidup kami, ibu..
Kau pahlawan kami, ibu..
Kau inspirasi kami, ibu..
Kau belahan jiwa kami, ibu..
Maafkan kami yang tak pernah bisa membalas semua yang telah kau berikan kepada kami
Kami berusaha menjadi penurus mu dan mendoakan mu, ibu..
Terimakasih mungkin kata itu tak pernah cukup untuk mu, ibu..
Kami bangga dan kami sangat bersyukur karena engkaulah pertama dan panutan terbaik bagi kami.
Dan rumah adalah tempat terbaik untuk belajar pelajaran hidup. "
Love u ibu.. :*


                                                                                                Tangerang, 30012014
                                                                                                            .nunik.

*Based on true story.



Rabu, 08 Agustus 2012

Hey.. Jangkung..

Neng Ceya sayang..

Teman yang satu ini jenjang sekali ukuran tingginya kalah deh bambu galah (HAHA..) dan kalau sudah bicara tuh nyaring bunyinya kayak pake toa (tutup kuping deh kalau denger suaranya). Dia wonder women cuyy, dari grogol-depok untuk menempuh perjalanan dari rumah kekampus mengendarain sepeda motor, sudah tau badan selembar gue takutnya ketiup angin aja tuh (HAHA..). Gak ada yang berubah dari dalam dirinya, dari awal pertemuan hingga sekarang. Ia tetap ceya yang aku kenal, apa adanya, banyak maunya, kadang suka memanfaatkan yang ada, dan dia bisa menjadi posisi pengganti kakak gue dirumah ;) Eh tapi pemikirannya sekarang lebih dewasa sih dibanding dulu, mungkin karena proses perjalanan hidup yang ia jalani. Jadi kalau minta pendapat untuk sekarang-sekarang ini bisa diperhitungkan (^_^v ) hehe.. 
Sayangnya ia kurang percaya diri, yang mesti ia mampu lakukan tapi sering nyerah duluan. Sebenarnya sama si jangkung ini sudah kayak keluarga sendiri dari dulu sampe sekarang kalau gak pulang kerumah, rumahnya dia kayak tempat persinggahan yang keberapa gitu (HAHA..). Keluarga yang sudah akrab denganku itu yang menjadi biasa kalau main kerumahnya, bahkan kalau aku cukup lama tak ada kabar, emak same babenya sering menanyakan aku ( maklum betawi kentel cuyy!!). Kedekatan aku dengan ia seperti keluarga kedua bagiku. Aku yang sudah dianggap bagian dari keluarganya, aku tak merasa asing disitu.
Dari zaman putih abu-abu2 hingga sekarang pertemanan kita tetap berjalan. Banyak banget yang sudah dilewati bersama dari yang berbeda pendapat, berselisih karena keegoisan masing-masing sampai tawa dan tangis bersama. Dukungan dan doa yang tak henti ia berikan untuk ku. Meski pertemuan itupun tak sering terjadi ketika kita harus menginjak di perguruan tinggi tetapi silahturahmi kita tetap masih terjalin. Ketika harus memahami situasi dan keadaan yang ada meski tak semudah yang pernah dilewati namun itu semua bisa kita lewati bersama. 
Terimakasih sayang dari dulu hingga sekarang kau tetap ada untuk ku dan menerima segala kekuranganku, meski kau telah dikecewakan denganku kau tetap menerima aku apadanya. Aku tak akan pernah lupakanmu.


Sayang rindukan aku seperti aku meridukanmu..
jika waktu itu tiba untuk ku..
jangan pernah kehilanganku..
aku akan tetap ada dibelakangmu..
aku akan tetap ada dihatimu...
tetaplah tersenyum..
terima kasih atas semua kebaikan yang kau beri untuk ku..
aku yang selalu melibatkan mu dalam kehidupanku.. 

                                                                                          Jakarta, Juli 2012



 

Rabu, 20 Juni 2012

My Dear

Dear Cantik Batak kuu... 
Takut gak selesai menulis naskahnya maka dibuatlah seperti ini. Part 1 saja sepertinya gak kelar-kelar karena membutuhkan mood yang bagus, mood bagus waktunya yang gak bagus, yah entah kapan naskah itu jadi, tapi tetap ditunggu saja yah, soalnya kalau misalnya lolos ada kemungkinan itu naskah pertama dan terakhir hehehe.. sebenernya gak mau ngomong gitu tapi tangannya ngetiknya kayak gitu ahahahaa... keinginan sih maunya terus bikin karya selanjutnya tapi apa adanya seperti yang sudah aku tuliskan disebelumnya dan akupun sudah bicara sebelumnya (curcol dikit gak apa-apa kan yah :p )

Bicara wanita satu ini bikin tertawa terus karena ulahnya. Yang kesaharian terlalu amat cuek dan apa adanya. Sifat yang bikin menjengkelkan dan sekaligus lucu juga karena mungkin sudah terbiasa sifat spontanitasnya dan ia pun ceroboh. kalau sehari saja tidak bikin ulah(ceroboh) mungkin tak ada cerita sehari itu bisa jadi flat kali yah, tidak, tidak flat sih sebenarnya cuma lebih tepatnya ada yang kurang kali yah ibarat sayur asem tanpa garem kali yah!!!  HAHAHAA... Eittttt secuek-cueknya ini wanita ini dia kalau mandi itu paling lama sudah bisa ditebak dunk dijamin bersih?? (sebenarnya sih gak tau apa yang dilakukan di kamar mandi setiap mandi, bayangin aja bisa 1jam dikamar mandi, it bisa lebih, kalau gue jadi emaknya gilak bayar air /bulan berapa yah??) so, sudah dipastikan ini cewek bersih, selain itu dia selalu wangi. dia alergi kalau liat tepat kotor dan bau bawaanya selalu terlihat bersih dan wangi (jangan heran kalau sewaktu-waktu tempat anda jadi sasaran untuk dibedah). Kalau tidur paling susah buat dibangunin, apalagi kalau sudah mimpinya, mimpi pujaan hatinya gak mempan dibangunin pake aqua(sorry nyebut merk) galon digendang-gendang ditelinga kupingnya (hadehhh... entah tidur entah apa).  ia paling anti namanya "kucing" entah apa yang bikin ia sangat takut kalau melihat kucing, bisa-bisa suara melikingnya itu sampai empat oktav (lebay dikit) kalau saja ia bertemu dengan si meong..meong... ini baru beberapa tentang gambaran tentang si cewek cerdas, manis, bibir sexy, kulit mempesona, dengan gaya yang....... (sensor).

Wanita ini pencinta strawberry dan madu, pokoknya kemanapun ia berada selalu tak ketinggalan botol kecil yang berisi madu untuk bibir nan sexy itu. Dan pencita warna kuning bisa ditebak dunk karekter wanita ini dari segi warna (talkshow kali akh main tebak-tebakan). Oia dia pengkoleksi jam tangan (jadi kalau nemuin jam lucu dan bagus apalagi yang bermerk hubungi saja teman saya satu ini kalau mau disumbangkan ke teman saya ini). Okay sekilas sudah tentang wanita ini kalau saya banyak cakap terlalu borring. di selanjutnya mungkin agak serius (serius kan udah bubar kan yah??) #gaksamasekalilucu Hahahaa...
Bermula dari pulang bareng waktu zaman kuliah, sebenarnya dibilang sekelas sih gak tapi memaang kenal karena kelas kita bersebelahan dan juga sama-sama tinggal di kota Tangerang yah sudah pastinya searah kalau pulang. Perbincangan sering terjadi karena perjalanan dari kampus ke tangerang cukup jauh (dari cempaka putih-tangerang bisa dibayangkan sodara-sodara). Awalnya ia kaget gak pernah main bareng tau-tau ini orang kenapa bisa baca karekter gue (pengakuan si cewek manis ini). Saya tidak bisa menjelaskan secara detailnya karenaa bagian ini di skip. keakraban mulai terjalin, yang tadinya hanya pulang bareng jadi main bareng. setiap obrolan pun bermacam-macam dari mulai ngomongin kuliah, dosen, temen-temen, gosip terbaru, keluarga samapai-sampai masalah hati, ngemall. hangout, shopping atau sekedar cuci mata. Dan untuk pertama kalinya aku memberanikan diri untuk becerita siapa aku kepada dialah aku mencurahkan semua dengan dia. Mungkin karakter kita yang tak begitu jauh beda yah mungkin karena kesamaan lahir di bulan november sebenarnya sih kalau dipikir-pikir gak karena itu juga sih (ikh maunya apa sih!!). Dari segi cara pandang dia yang tak memihak dan dari cara dia tak pernah jugde siapapun dan hal apapun. Aku merasa nyaman denganya, sifatnya yang berfikir secara logis dan berperasaan. Dia bisa menjadi posisi manapun sekalipun ia belum pernah menjadi si pelaku subjeknya.

Saat pindah kekampus A, pada saat pengisian krs kita selalu bareng agar bisa sekelas untuk beberapa mata kuliah. Kalau dibandingkan dikampus f sebenarnya lebih enak disini walaupun jarak rumah dan kampus jauh tapi kebersamaanya lebih banyak disini dan tentu saja dengan sejuta kenangan terindah yang pernah dilewati bersma (mendadak romantis). Dikampus A lebih enak buat nongkrong dibandingkan masuk ke kelas (yah kan batak??) hahaaa... mungkin jumlah mahasiswa/i disini lebih banyak dari pada disana secara ini pusatnya hoho... Dengan godaan dan hasutan setan-setan terkutuk, kalau dipikir-pikir lebih sering nitip absen yawn, (ketauan deh mahaiswa teladannya). Seringnya mengandalkan wifi ada aja alasan gak masuk kelas, dosen ini lah itulah (madesu) hahahaa... apa lagi kalau nongkrongnya lagi wifi-an barengan depanya cowok india yah kan batak?? masih inget dnk tentunya!! eh bukan india tapi lebih tepatnya si hidung mancung dan bercabang/berjenggot hahahahaaa.... kita sebenarnya cari apa sih kuliah??? kok begini amat yaks hahhaaa,,, (korban-korban paksaan jurusan). "yang punya duit siapa?? suka gak suka tetap jalanin, tapi mau protes yang berkuasa yang punya duit??" *curcol*") Ia walaupun jarang belajar dan ada mata kuliah yang tertinggal untuk masalah nilai tidak diragukan, wanita ini teliti sekali dan cerdas (terbukti lihat saja nilai-nilainya ajib kan batak? tak jadi marah kan papi tobing ? :p). Heranya waktu cempaka putih-tangerang pergi pulang, tapi ini yang jaraknya gak begitu jauh ia ngekos, mungkin jadwal kuliah yang mulai padat yang dari pagi sampai malam mungkin itu alasan mengambil keputusan untuk mengekost (tapi ada hasutan dari satu teman kita juga kan yah, batak?). Hal paling menyenangkan adalah ketika tak ada dosen dan itu dimanfaatkan untuk kita hangout, cuci mata (liat cowok-cowok yang lucu-lucu kan yah? nah ketauankan anak muda banget!!!), atau sekedar shoping pernak-pernik.

Aku dengan wanita ini memakai "sks" (sistem kebut semalam. UTS atau UAS. Jangan ditiru adegan ini!!!). Dan disaat mulai untuk berkosentrasi untuk menghadapi pengambilan jalur skripsi sudah jarang untuk sekelas lagi karena aku lebih memilih untuk kuliah malam. Pertemuanpun jadi jarang yah walaupun masih suka bertemu hanya sekedar say hallo. Walaupun jarang bertemu terkadang aku bisa merasakan ia sedang bahagia ataupun sedih. walaupun katapun belum terucap. Aku sering menginap di kosanya, makanya aku banyak tahu tentang dirinya (mulai bisa ditebak). Dalam seminggu bisa dua atau tiga hari, disaat-saat seperti inilah kita bisa berkomunikasi lancar kalau larut malam pembicaraan kita mendadak seperti politik yang seharusnya bisa dibuat mimpi berapa sesi ini semakin malam bukannya ngantuk malah semakin hot obrolannya!! dari politik, selebritis, keluh kesal masalah kuliah, teman, cara pandang tentang hidup sampai-sampai masalah cinta. Dari kesaharian yang kita jalanin memang terlihat santai tetapi kita serius kok, karena kewajiban ada tuntutan yang harus diselesaikan. Biar tidak terlihat menjadi beban saja jadi punya resep jitu membuang semua tanggung jawab besar yang sedang dijalankan. Tapi perjuangan kita selama ini tak sia-sia yah akhirnya bisa tertunaikan sudah kewajiban, walaupun orang tak percaya dan bahkan dianggap sebelah mata. merasa haru dan sekaligus bangga, akhirnya bisa barengan untuk mendapat gelar dua huruf itu "sesuatu" banget yah *pelukerat* :')

Diluar aktifitas kuliah...

Kalau tidak ada kuliah atau jam kosong biasanya kita wisata kuliner, yah wanita satu ini memang pecinta makanan sekali. Jarang banget makanan yang tidak disukai hampir semuanya sepertinya ia suka asalkan enak di lidah dan mengenyangkan. Dia rela jauh-jauh hanya sekedar makan yang ia belum pernah rasakan dan apalagi kalau makanan itu ada isu enak tapi harga terjangkau (kantong mahasiswi banget kan cyynnnn!!!!). Oh iya asalkan makanannya "NO KECAP" ia kurang suka dengan embel-embel ada kecapnya. Nah walaupun kita banyak kesamaan dari segi sifat dan makanan dan ada juga perbedaan. Dan dia paling suka yogurt paling suka toping buah-buahan soalnya dia juga pecinta buah (sehat banget kan ini cewek!!! tiru hidup sehatnya). Atau sekedar duduk cantik (alias ngecafe) kalau ia penikmat tea dan aku coffee walau berbeda tetap terlihat perpaduan yang sangat manis (maksa banget sihh gue). Dan paling menyenangkan adalah ketika masak bareng dikosan (hayokk, siapa yang ngabisin masakan gue?? Haha.. *kalafmba* #ehh).

Dia lebih panikan dibanding aku, dan dikala situasi seperti aku seperti sosok "inung" nya (biasanya ia memanggil mamahnya). Dan kalau sudah begitu bila aku berbicara dia pasti berkata "kalau ngomong udah kayak inung gw, *tutupkuping* ". Apalagi kalau misalnya dia lagi kehilangan kefokusanya dan aku buat menyembanginnya sebagai sosok teman yang mengigatkanya. Dan sering dia katakan kenapa setiap aku ngomong dia selalu bilang "kenapa sih ngomongnya kayak inung gw? (dalam hati, sebenarnya gue itu temannya apa teman inungnya sih??) *berfikirkeras* HAHA..

Entah kebetulan atau tidak disetiap kita pergi berdua kenapa selalu hujan padahal cuaca selalu baik kalau kita pergi jalan-jalan bareng kenapa pas pulang itu harus hujan??. Difikir-fikir romantis juga yah, langit pun tau kalau kita sangat bahagia menghabiskan waktu bersama (lebay dikit). Dan selalu ada adegan seru sendiri entah itu ulah wanita satu ini ataupun aku, kegilaan dan kekonyolan kita selalu kenapa ditunjukan pas tidak moment yang tepat, bisa gak sih gak malu-maluin didepan orang ganteng!!!! (HAhaaa) Iilang deh ke kecean kita, Hahaa.. 

Oh iya, masih ingat dung pembicaraan kita waktu di teras kosan yah kan *kedipcantik*. Mengenai bule itu loh, (Haha) Yah benar atau tidaknya biarkan waktu yang menjawab misalnya benar yah aku sangat bersyukur sekali kalaupun tidak yuk mari kita tertawa konyol, sekonyol yang pernah kita lalui bersama-sama (HAHAHAA).  Kalau jodohnya bule lokal gak apa-apa kan batak?? (sama-samabatak). Siapapun yang akan menjadi pendampingmu pasti dia pria yang sangat beruntung memilikimu, memberi tanpa harus menerima.


Lima tahun sudah menjalani pertemanan ini dan sampai sekarang, aku sangat bersyukur Tuhan kau titipkan teman sebaik ini. "Walau berbeda tetap sama, sama tetapi berbeda". Perbedaan itu selalu ada siapapun itu, persilisihan, salah paham, dan curiga pun pasti terlintas di fikiran kita berdua. Itu hal yang wajar karena dua kepala tak mungkin sama apa yang difikirkan. Semua masih bisa teratasi apabila kejujuran itu tertanam, saling menghargai dan menyanyangi. Suka atau tidak suka seharusnya dibicarakan langsung jangan menduga-duga yang nantinya bisa jadi bumerang untuk diri sendiri, apapun yang mengganjal dihati memang sebaiknya dibicarakan secepat mungkin biar hatinya juga merasa tenang dan nyaman. Sudah banyak aku melibatkan dirinya dikehidupanku. Sudah banyak aku menyusahkan dirinya sebenarnya yang bukan persoalannya. Banyak ia ajarkan tentang segala hal. Tetap saling melengkapi dengan segala kekurangan dan berbagi bersama. Tak ada duka bila bahagia itu datang. Tak ada tangis bila tawapun tercipta. Kebahagiaan tercipta ada dirimu, doa aku selalu menyertaimu. Apa yang kau cita-cita kan semoga terwujud dan walaupun belum dijawab oleh Tuhan, Tuhan punya rencana untukmu yang pasti lebih baik :)


Terima kasih temanku sayang, kau menggambarkan pelangi diatas kepalaku..
Kau taburkan kemurahan hatimu disetiap senyum mu..
Terima kasih atas segala ketulusanmu menerima segala kekuranganku..
Kau seperti bintang yang menerangi disetiap perjalananku..
Maafkan segala kekhilafanku..
Kenang aku bila rindu itu menghampiri..
Ku torehkan tulisan ini untuk mu..



                                                                                                                             Jakarta, 31 Mei 2012




                                                                                                                                         Sisunda

Selasa, 17 April 2012

Titip pesan lewat "MIMPI"

Entah apa yang menyiratkan dengan semua ini. Kejadian belakangan ini bagaikan peristiwa yang sudah diberikan jalannya. Dengan orang-orang yang baru yang mempunyai kelebihan yang tidak bisa diartikan dengan bahasanya. Akupun tak mengerti dengan semuanya, apakah kebutulan?, apakah takdir? hanya DIA, hanya DIA yang Maha Mengetahui segalanya. Insting yang begitu tajam, kontak batin yang begitu kuat, apakah semua itu cukup?? Cukup tidak mengerti untuk ukuran ku!!! 

Aku ditunjukan suatu jalan menuju keabadaian yang sebenarnya. Terasa dekat sepertinya, begitu mudah ketika aku pasrahkan semuanya begitu mudah ketika hati ini ikhlas. Subhanallah, bersyukur aku dipertemukan dengan mereka yang tentu saja dengan pilihan-Nya. Karena Maha kebesarannya lewat mereka pesan itu tersampaikan satu persatu. Ketika apa yang aku rasakan selama ini meraka tahu alur ceritanya. Meski logika pun tak sampai sepertinya,tetapi aku percaya semua yang mustahil terjadi, bisa terjadi atas kehendak-Nya.


"Mengapa begitu cepat??"
"apakah yang kau bilang yang penuh dengan teka-teki itu ini??
"mungkin, aku juga tak tahu kapanya, yang jelas aku merasakan lebih dekat"
bantu aku.. tuntun aku.. 
aku ingin jadi wanita soliha yang dicintai Allah..
aku ingin menjadi kekasih-Nya..
buat aku berguna bagi agamaku, keluarga, dan bagi orang banyak.
sebelum itu semakin dekat..


Percepatlah..
waktu ku tidak banyak, karena sudah banyak waktu ku yang terbuang, waktu ku yang ku sia-siakan.. 
aku tak mau ada pnyesalan, aku ingin akhiri dengan keindahan.. 


Setiap hembusan nafas aku tak akan pernah tahu berapa yang aku hirup..
setiap jantungku berdetak aku tak akan pernah tahu samapai kapan akan terhenti..
setiap nadi ku berdenyut aku tak akan pernah tahu berapa banyak darah ku yang mengalir..

Apa kabar dengan "HATIKU"???

Heiii... 
"Baik kah kau??"
"sungguh aku akan menjadi lebih baik dari kemarin"
semestinya dan seharusnya!!!
Lelah kau dengan semua ini?? "TIDAK" 
Karena aku siap dengan semua yang akan terjadi..
Bukan aku yang terlalu kuat seperti baja tetapi hatiku yang terlalu siap untuk semuanya...
Semua sudah ku rasakan indahnya dan pahitnya..
KEKECEWAAN, TERSAKITI, KEGUNDAHAN, KECEMASAN, KEBENCIAAN, KEBAHAGIAAN, KETUDAHAN, KETENANGAN.
Semuanya harus kulawan, kalau pahitnya yang kurasakan aku akan mengontrol hatiku agar tidak menjadi penyakit hati aku akan tuntun agar berbesar hati dan berlapang dada. Ketika aku merasakan indahnya aku nikmati sebagai rasa syukur ini adalah anugerah dan keberkahan yang di berikan Tuhan untukku. Kalaupun aku tangguh, karena hatiku ingin selalu dekat Tuhan. Tuhan Maha Penyayang dan Maha Penagsih tak mungkin hatiku ini mersakan lebih dari mampuku. Syukur aku masih bisa menikmati ini semua karena Tuhan selalu ada untukku, "whenever and wherever God is always there for his servant" !!! 



Aku sudah melupakan semua apa yang terjadi kemarin, aku merasakan lebih tenang dari kemarin.Sepertinya hati ku sudah siap menempuh lagi, menempuh disetiap perjalanan. Mempersiapkanya lebih baik, Tenanglah.. Tenanglah.. suka tidak suka, terima tidak terima, kau harus TERIMA!! Kau tak usah mengkhawatirkan bagaiman kalau aku tak siap??? jawab : "Kau diberikan segala rasa Tuhan juga memberikan cara untuk mengatasinya" serahkan sepenuhnya hanya pada Tuhan. Hanya berserah diri lah kau merasakan ketenangan untuk mengatasi hati, jangan kau ragukan semuanya yang terjadi karena semua atas seizin-NYA. Jiwa yang bersih, Hati yang penuh ketenangan dan Berfikir secara positif disitulah kau akan menemukan kebahagian. Kau sendiri yang menciptakan kebahagian itu bukan orang yang lain!!! 


Tetapi ada kalanya aku merasakan letih dan lelah dengan semuanya, sujud aku serahkan semua urusanku kepada Maha Penguasa Alam ini. "Tuhan maafkan aku yang terlalu banyak mengeluh pada-Mu", "Tuhan maafkan aku yang suka melupakan-Mu, "Tuhan maafkan aku yang pernah lari dari jalan-Mu", "Maafkan segala kekhilafanku", "Maafkan diri ini yang berlumur dosa, yang rasa malu tak pantas aku menghadap-Mu"  "Izinkan aku untuk menghadapmu dengan dijalan-Mu dengan pelukan kasih-Mu, ingin aku akhiri dengan khusnul khatimah.

Kamis, 17 November 2011

Tiga Lembar Kertas

Ada awal pasti ada akhir, adanya sesuatu pasti ada tiadanya, alam yang kita pijak memang dipastikan untuk kita, karena ciptanya tidak ada yang sia-sia, kita terlahir untuk menjalani hidup tanpa kekautanNya, disana kita tiada daya untuk menjalani hidup tanpa kekuatanya, disana kita diberi untuk berfikir akan arti kehidupan. Seseorang bisa memaknai hidup bukan karena lamanya ia hidup di dunia ini tapi bagaimana bisa berkomunikasi dengan yang memberi hidup, begitu juga masalah yang kita hadapi di dunia ini apakah kita ingin masalah itu menghampiri kita, jawabnya tentu tidak. Pertanyaan besar bagi kita kenapa menjawabnya tidak.


Jawab : Karena siap dan tidak siap kita dihampiri suatu masalah, seringkali kita mengingkari adanya masalah namun nyatanya dalam keadaan apapun masalah itu datang. Agar kita tetap bersyukur setiap nafas dan akal yang diberikan untuk menjalani kehidupan ini.



From : Someone
Lihat aku disini yang hanya bisa melihatmu bahagia..
Meski harus meneteskan air mata yang tidak seharusnya ku jatuhkan,,
ditengah-tengah kebahagianmu..

Semoga kau hidup bahagia dengan dia..
Mungkin aku hanya tempat singgah bagimu yang kapan saja bisa kau tinggalkan..
atau aku hanya pemadu wisata yang hanya bisa menghantarkan kamu ketempat yang bisa membuatmu bahagia..


 From : Someone
Mengapa kau datang disaat kusudah menemukan kebahagian setelah kau hancurkan semuanya..
Akankah kau hancurkan kebahagian ku lagi atau kau ingin membangun kebahagian ini bersama diriku..
Semua itu tak mungkin karena hati sudah terobati dengan kehadirannya disisiku..
Dia yang selama ini menemaniku disaat-sat aku sendiri, sedih dan disaat dimana aku akan mencurahkan segala isi hatiku dan aku akan berjanji akan membahagiakan ia sampai akhir hayatku..

Selasa, 24 Mei 2011

FORGIVE ME

Lelaki yang aku cintai didunia ini hanyalah 'Ayah' walau ada lelaki dihatiku selain Ayahku dia menjadi yang kedua dalam hidupku. Dan Wanita yang aku sangat cintai adalah 'Ibuku' tak ada yang mengganti apapaun cintaku terhadap ibuku. Walau sifatnya hanya sementara ku miliki dan terkadang aku tak bisa menunjukkan rasa yang aku miliki kepada ibunda, kalau AKU SANGAT MENCINTAINYA. Bila diberi kesempatan untuk membahagiakan hingga IBU menghebuskan nafasnya itulah KEBAHIGIAAN yang ternilai dengan apapun (semoga ya Allah). Aku seseorang anak memang tak pernah bisa dan tak akan bisa mengganti apapun pengorbanan mu kepadaku. Kau membesarkan ku dan kakak-kakakku seorang diri walau tak lama kau jalani menjadi singgle parents. Tetap saja kau wanita yang tak pernah lelah untuk berkorban demi anakmu, setelah Ayah meninggalkan kita semua. Mungkin itu memang takdir yang tak pernah kita ketahui. Kadang aku berfikir andai saja aku diposisi mu, mungkin belum tentu aku bisa jalani hidup ni. Tak pernah menyesal aku dengan keadaan yang merubah nasibmu, walau keputusan mu untuk menikah lagi tanpa persetujuan anak-anakmu. Terlalu belia mungkin aku dengan keadaan dulu seperti apa. Aku hanya bisa mendegar cerita, walau aku ikut peran dalam kenyataan sebenarnya. Aku sangat mengerti menagapa dulu kau ambil keputusan itu, itu hanya untuk kebaikan anak-anakmu. 

Ketika keadaanya sudah berubah dan sebuah tanggung jawab yang besar dalam hidup kau untuk menghantarkan anak-anakmu hingga mempunyai pendamping dan kehidupan baru. Dan disini aku tersadarkan akan satu hal. Kebahagiaanmu terpancar dari matamu walau kenyataanya dihari kebahagiaan itu menjadi haru, haru karena akhirnya tugas mu merawat dan mendidik anakmu telah selesai tapi ada kesedihan dalam hatimu. Yang seharusnya duduk berdampingan dengan kakak ku disebelah penghulu adalah 'Ayahku' tetapi memang itu seharusnya dengan kenyataan posisi itu digantikan dengan aa. Isak tangisku yang tak bisa ku bendung juga, aku tak kuasa tak bisa menitikan air mata ini yang terlanjur membasahi pipiku yang sudah terpoles dengan rias.

Kami memang selalu mengecewakanmu dan menyakitimu. Tak terhitung kesalahan kami hingga kau kadang merintih dalam hatimu saja. Kau memang menaruh harapan kepada ketiga anakmu ini, dan kau pernah berkata "cuma kamu satu-satunya yang ibu harapkan, yang lain dah gak mau dengerin ibu". Sebuah pesan yang singkat tetapi beban aku jalani. Walau pertemuan aku dengan ibu jarang tetapi ibu selalu mengungkapkan hatinya hanya padaku, entah apa yang menjadi alasanya untuk lebih berbagi denganku. Menjadi beban karena diberi tanggung jawab dan kepercayaan yang begitu amat besar. Aku tak sanggup harus  seperti apa yang ibu harapkan, selalu bertentangan apa yang aku inginkan. Memang tak akan pernah sama kenginan ibu dan keinginan ku. Mengalah adalah jawabanya, mengalah dari kenginanku dan mengalah dari kakak-kakak ku. Mungkin karena aku anak terakhir dari pernikahan dulu jadi apap-apa yang tidak menjadi tersampaikan keinginan ibuku dan aku yang selalu menjadi sasarannya. Jadi keputusan apapun yang berkaitan dengan ku, ibuku selalu ikut campur dalam urusan apapun. Aku merasakanketidak adilan, aku seabagai seorang anak punya hak untuk memilih, kadang aku marah, kesel, dan apa daya aku belum bisa memberontak. Dan pada saatnya aku punya kebenarian suara untuk apa yang menjadi kemarahanku dan kekesalanku aku ungkapkan. Dan akhirnya ibu pun mengerti, namun tak sampai situ saja. Dan tanggung jawab dan kepercayaan itu masih berlaku walau ibu sudah menyerahkan urasanku menjadi urusanku. Kakak-kakak ku itu kadang tak terima karena kedekatan kami, karena menurut mereka aku selalu dibanggakan dan aku selalu dituruti keingninanya. Geram rasanya yang selalu jadi topik pembahasan apa-apa selalu aku yang disebut-sebut permasalahanya. Sewaktu ketika aku mengungkapkan isi hatiku. Aku tak perlu banyak bicara apa yang sebenarnya ibu mau kepada mereka, dan akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan rumah namun dengan  seizin kedua orangtua ku. Itu menghindar konflik-konflik yang terjadi dan alasannya yah bukan itu saja sebenarnya. Karena sekolahku yang jauh dari rumah dan berangkat gelap pulang juga gelap. Awalnya ibu tak setuju dengan keputusanku, tetapi karena alasanku kuat jadi dengan terpaksa akhirnya ibu pun setuju.


Terbiasa dengan dipendam apapun masalah yang aku hadapi, kadang aku tak bisa cara melampiaskan semua yang ada dibatinku selain menagisi karena tak kuat menanggungnya sendiri. Karena aku bukan orang yang mudah percaya dengan orang lain. Aku beruntung dipedrtemukan oleh teman-teman dan sahabat yang bisa merubah cara berfikir aku lebih terbuka dan aku menjadi lebih dewasa dengan persoalan yang aku hadapi. Aku sebenarnya tidak menginkan ini, rasanya kedekatant aku dengan ibu itu baru awal rasanya. Aku memang dari kecil jarang dirawat sama ibuku sendiri, hanya dengan pembantu, tetangga, atau om dan tanteku. Sebenarnya kalau aku mau perhitungan dengan kakak-kakakku bisa saja, dari kecil namanya kasih sayang hanya dibayar dengan materi yang tak pernah ku rasakan dengan kasih sayang tulus. Akhirnya karena aku cenderung anak yang pendiam yang selalu bisa menutupi kesediahan. Ketika aku benar-benar mendapatkan kasing sayang yang begitu amat besar dari seseorang samapai-sampai aku mengorbankan kepercayaan dan tanggung jawab yang ibu beri hilang dengan kekecewaan yang amat besar karena kesalahanku yang tak bisa dimaafkan. 

Aku dulu berjanji ingin memenuhui keinginannya menjadi yang ibu mau justru aku yang selalu dibanggakan dan selalu  dituruti kenginanya, dan kini menghancurkan hati ibu lebih dari kakak-kakakku yang mengcewakanya. Aku memang bukan anak yang bisa membanggakan mu ibu, aku menghancurkan semuanya yang kau inginkan. Justru yang terlihat alim tetapi tenyata aku lah yang terlihat durhaka. Kesalahan-salahan kakak-kakakku mungkin masih dimaafkan tetapi tidak aku. Sujud dikakimu memang tak bisa menyembuhkan luka dihatimu mungkin sampai kapanpun dan aku merasa tak berguna sebagai seoarang anak, kau yang selalu berkorban dan sampai darah penghabisan untukku pun mungkin kau lakukan dan aku merasakan betapa bersalahnya kau menjadi seorang ibu untuk mempertanggung jawabkan ini sebagai seorang ibu dan sekaligus seoarang bapak. 


"Ayah dengarkan lah aku ingin bertemu walau hanya dalam mimpi"

Ingin aku membelai wajah mu..
Tapi tak bisa..
Ingin ku mendekap tubuh mu dan mencium mu..
Tapi itu tak mungkin..
Ingin rasanya saat memakai jubah dan toga datas kepala ku kau menetaskan air mata karena bangga dg peri kecilmu..
Ingin rasanya saat aku mengenakan kebaya putih kau ada menemani di sampingku saat terakhir kau melapas peri kecilmu..
Tapi ini semua hanya harapan..
Maafkan aku ayahnda yg telah melukai perasaan mu..
Yang tak bisa menjaga perasaan ibu..
Aku bukan peri kecil mu seperti 20th yg lalu..
Akan ku tebus semua keselahan ku..
Tak akan ku ikuti inginku..
Tapi akan ku raih ingin mu..

Doa ku akan selalu ku kirim lewat pesan di setiap sujudku..
                                                                                                 29 JUNI 2009